JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN 1.1
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Izinkan saya memperkenalkan diri. Saya Tantri Yasiva Calon
Guru Penggerak Angkatan 10 Lampung
Selatan. Pada saat saya akan menuliskan Jurnal Refleksi Dwi Mingguan pada modul 1.1 tentang keterkaitan pemikiran Ki
Hajar Dewantara terhadap dunia Pendidikan khususnya
budaya lokal. Jurnal ini sebagai refleksi diri terhadap pembelajaran yang telah
saya ikuti selama 2 minggu mengikuti pembelajaran di CGP Angkatan
10 Lampung Selatan.
Hal ini akan saya lakukan rutin setiap 2 minggu sekali selama saya
menjadi CGP sebagai tugas jurnal refleksi yang harus
dikerjakan oleh guru penggerak.
Dalam jurnal refleksi ini saya akan menggunakan model 1 yaitu model 4F ( Fact, Feeling, Finding, dan Future) yang diprakrsai oleh Dr. Roger Greenway. 4F dapat diartikan Peristiwa, Perasaan, Pembelajaran dan Penerapan.
1.
Fact ( Peristiwa)
Sebelum saya memulai kegiatan dan berselancar di LMS tempat saya mengadukan tugas kami selama menjadi CGP. Saya dan teman-teman sudah digabungkan dalam sebuah group WA yang disanalah nanti kami akan diberikan informasi terkait segala hal yang akan dilakukan selama CGP Angkatan 10 berjalan. Di group tersebut kami dikenalkan dengan Fasilitator kami Bapak Yudi Uni Flandi, M.Pd, ada juga Ibu Yerti Yuliani, S.Pd sebagai Pengajar Praktik. ketika kegitan pembelajan CGP Angkatan 10 berlangsung.
Rangkaian kegitan kami mulai sebelum jadwal yang ditetapkan. Pada tanggal 14 Maret 2024 kami melaksanakan pembukaan dari BGP Lampung pukul 1 siang. Saat itu kami diberikan Bimtek bagaimana nanti kami dapat berselancar di LMS dan apa saja yang kami lakukan selama menjadi CGP secara garis besar. Mulai saat itu saya sudah harus membuat jadwal terbaru untuk rutinitas bulan Romadhon, karena Romadhon tahun ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ada rutinitas baru yaitu pantau zoom sebelum mempersiapkan menu untuk berbuka puasa. Dalam proses Pendidikan CGP kami akan melaksanakan beberapa kali zoom meet namun tidak boleh di jam kerja, jadi kami akan melaksanakan zoom meet diatas pukul 1 atau 2 siang. Resikonya adalah kami yang kebanyakan ibu-ibu harus memmpersiapkan menu berbuka setelah zoom meet berlangsung.
15 Maret 2024 adalah puncat pembukaan Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 10 serentak se Indonesia pada pukul 09.00 WIB. Dikarenakan ini se Indonesia jadi kami yang tidak kebagian tempat di zoom meet, kami bisa melakukannya dengan mengikuti secara live di youtube. Kegiatan ini berlangsung 1 jam saja.
Setelah Dzuhur pukul 1 siang saya mengikuti zoom Kembali pada pembukaan PGP Angkatan 10 Provinsi Lampung. Tidak lupa ibu Yeti dan Bapak Fasilitator serta Bapak pengajar Praktik mengingatkan selalu untuk mengikuti kegiatan siang itu.
Dengan telah dibukanya kegitan pendidikan CGP angkatan 10 resmi juga kami mulai berselancar di LMS. Hari itu juga kami sudah diberikan tugas Pretest yang jika sudah dibuka hanya bisa dikerjakan dalam waktu 1jam. Masih ada beberapa dari kami yang belum bisa mengakses LMS dikarenakan belumnya meng upload pakta integritas.
Tanpa jedah kami sudah memulai berselancar di LMS masing-masing untuk mengerjakan tugas Eksplorasi konsep yang disini kami mempelajari pemikiran Ki Hajar Dewantara. Ada beberapa tugas yang harus kami kerjakan dan harus selesai hari senin 18 Maret 2024 itu juga. Karena keesokan harinya saya akan mengikuti ruang kolaborasi dan mengikuti zoom untuk membahas pemikiran tersebut.
Selasa, 19 Maret 2024 setelah mengambil kesepakatan di hari sebelumnya zoom meet akan dilaksanakan pukul 13.00 WIB dengan Bahasan ruang kolaborasi Eksplorasi konsep Ki Hajar Dewantara. Kegitan ini berlangsung selama 3JP setara 135 menit. Pembahasan yang sangat menarik tentang pemikiran Ki Hajar Dewantoro. Seperti missal makna “menuntun” dalam membimbing siswa bahkan kalimat “menghamba pada murid” serta 3 semboyan yang sering kita dengar “ Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani” sampai penerapan.
Pemikiran ini dalam kurikulum merdeka untuk membentuk Profil Pelajar Pancasila.
Hari berikutnya Rabu, 20 Maret 2024 sepakat dimulai pada pukul 15.30 WIB – 17.45 WIB. Disini kami dibagi kelompok untuk membentuk ruang kelas kolaborasi dalam kelompok kecil. Saya dalam 1 kelompok beranggotakan 5 orang terdiri dari para Bapak dan Ibu . Tersisa bapak guru Pengajar Praktik kami yang paling ganteng. Pada ruang kolaborasi ini kami menyepakati bahwa kami sepakat akan mengangkat tema budaya 5S dan sakai sambayan sebagai koneksi budaya lokal terhadap konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara.
Lanjut zoom meet hari berikutnya Kamis, 21 Maret 2024 dimulai pukul 13.00 WIB dengan agenda ruang kolaborasi masih dalam koneksi budaya lokal terhadap konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara. Namun kami disini mengpresentarikan hasil kelompok kami dengan berbagai gagasan menarik dan membuka wawasan saya lebih luas lagi terhadap budaya lokal yang semakin tertinggal. Dimana seharusnya tidak bisa terputus koneksi antara Pendidikan dan kebudayaan.
Selesai sudah kegitan zoom dalam minggu tersebut. Sambil tetap melengkapi tagihan tugas yang ada di LMS tibalah saatnya saya mengikuti Loka Karya orientasi 0 pada hari Minggu 24 Maret 2024 bertempat di SMA Negeri 2 Kalianda
Selasa, 26 Maret 2024 saya Kembali mengikuti zoom tentang Elaborasi Pemahaman bersama Instruktur pusat dalam hal ini Ibu Niken Emiria Faradella . Pada zoom ini ada kalimat Ibu niken yang masih saya ingat bahwa kita walaupun
konteksnya harus mengkoneksikan budaya lokal dan Pendidikan tapi janagan terlalu
dipaksakan untuk memakai 1 budaya lokal tersebut jika siswa beragam. Pakai dan terapkan
budaya nasional saja yang bisa digunakan semua daerah. Jika siswa dari berbagai daerah.
Tanggal 27 Maret 2024 diingatkan Kembali oleh bapak
fasilitator bahwa hari itu adalah hari
terakhir untuk pengumpulan tugas Demonstrasi Kontekstual. Selanjutnya 28- 29
Maret 2024 lanjut mengerjakan jurnal dwi minggu serta tugas koneksi
antar materi serta aksi nyata.
2.
Feeling ( perasaan)
Selama 2 minggu yang saya ikuti dalam mengikuti kegitan guru penggerak saya merasakan bahagia. Bisa bertemu teman-teman baru. Bisa bertukar
pikiran dan masukan
terhadap bagaimana perkembangan dunia Pendidikan. Pemikiran – pemikiran Ki Hajar Dewantara
yang selama ini Cuma 3 yang
familiar kita dengar, ternyata masih banyak lagi yang dapat saya ketahui
dari bertukar informasi
antar teman, group dan kelas.
Merasa khawatir karena sedikit kebingungan dengan kegiatan
yang akan mulai di awal puasa, antara
ragu akan kesanggupan atau tidak kesanggupan mengingat saya juga sebagai ibu rumah
tangga yang mempunyai kewajiban yang harus diselesaikan selain di sekolah juga
di rumah.
Alhamdulillah pimpinan sekolah dan keluarga kecil support
sekali terhadap kegiatan ini sehingga akhirnya
dapat mengikuti ini semua dengan baik dan tanpa rasa ragu lagi.
3.
Finding ( Pembelajaran)
Banyak sekali pembelajaran yang dapat kita dapatkan pada
Modul 1.1 ini yang pertama pada
materi Ekplorasi Konsep Pemikiran Ki Hajar Dewantara.tidak hanya 3 semboyan
yang sering kita dengar “ Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun
karso, Tut wuri handayani” saja tapi saya mengeksplor lebih banyak pemikiran Ki
Hajar Dewantara bahwa Pendidikan berpusat
pada murid disini kita menemukan kalimat “ menghamba pada murid” yang mana disini muncullah gagasan sebagai pemetaan
untuk kurikulum merdeka untuk menciptakan Profil Pelajar
Pancasila.
Saya juga menemukan bahwa mengajar itu bukan menggurui tapi ”Menuntun” yang mana kata tersebut dapat diartikan menjadi
banyak makna biasa jadi membimbing,
mengarahkan, memantau, mengontrol, memimpin, mengajak dan banyak kata lainnya yang tidak kita lupakan juga bahwa kita mengajar tidak boleh lepas dari kodrat
zaman dan kodrat alam.
Berdasarkan dengan mengajar juga harus berdasarkan kodrat
alam dalam hal ini Ki Hajar Dewantara
berkata bahwa Pendidikan dan budaya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Jadi kita dalam mengajar tidak boleh melupakan
budaya lokal yang ada. Saya menemukan disini
bahwa harus megaungkan Kembali 5S ( Salam, Senyum,
Sapa, Sopan, Santun)
dalam kehidupan sehari- hari terutama
dalam dunia Pendidikan.
4.
Future (Penerapan)
Pembelajaran selama mengikuti modul 1.1 ini sanagatlah
banyak yang bis akita terapkan. Pembelajaran
yang sangat menyenangkan berdasarkan kodrat alam dan kodrat zaman sesuai degan keadaan peserta
didik. Seperti contoh
saya yang mengajar
di SMK saya akan mengajar
sesuai zaman mereka sekarang ini yang banyak bersentuhan dengan media teknologi maka saya harus mengikuti dengan cara pendekatan
melalui tiktok atau memulai Latihan dengan game quizziz agar siswa merasa bahagia saat mengikuti pembelajaran.
Penerapan “menghamba pada murid” dapat di lakukan di kelas
dengan membentuk siswa dalam kelompok
agar mereka mandiri dalam mencari
informasi yang mana kita akan bertindak “menuntun” dalam hal ini. Mendidik mereka mewujudkan sikap mandiri.
“ Ing ngarso sung
tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani”
penerapan kalimat ini dapat
kita kembangkan dan dicontohakn dalam menerapkan 5S di sekolah sebagai contoh suritauladan bagi siswa maka
bukan hanya dengan teguran tapi juga bisa dengan memberikan contoh. Senyum dan menyapa serta memberi salam dengan
berjabat tangan. Sopan dalm berpakaian serta santun terhadap orang lain.
Berikut saya Lampirkan Juga Link Aksi Nyata Modul 1.1
Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh. Salam dan bahagia.


Komentar
Posting Komentar